Dengan semakin terbatasnya lahan terutama di perkotaan, banyak orang yang mencoba menanam cabai dalam plastik polybag atau pot. Tanaman cabai tergolong tumbuhan yang gampang tumbuh di wilayah Indonesia, akan sangat maksimal di tempat dengan ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut, dan suhu antara 24-27 derajat Celcius.
Tanaman cabai yang gampang tumbuh dan nggak ribet perawatannya yaitu cabai keriting lokal. Kalau cabai bibit unggul (benih import) butuh perawatan lebih, harus dirawat dengan obat-obatan tertentu. Cabe lokal lebih gampang mengikuti keadaan dengan perubahan kondisi lingkungan, hanya saja cabai bibit unggul lebih unggul dal produktifitasnya.
Tahap Penyemaian Benih
Cara menanam cabai dalam polybag sebaiknya tidak eksklusif dilakukan dari benih atau biji. Pertama-tama benih cabai harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini gunanya untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat atau berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit hingga cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar.
Tempat persemaian dapat berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian, atau petakan tanah. Untuk melihat lebih detail silahkan baca cara menciptakan media persemaian. Cara yang paling irit yaitu dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian.
Buat petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah kemudian aduk hingga rata. Butiran tanah dibentuk sehalus mungkin biar perakaran dapat menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5-10 cm, diatasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.
Masukkan benih cabai dalam larikan dengan jarak 7,5 cm kemudian siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan bubuk atau tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni lembap selama 3-4 hari, pertahankan biar karung goni tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah, kemudian buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi dengan plastik transparan untuk melindungi bibit cabai yang masih kecil dari panas berlebih dan siraman air hujan langsung. Tanaman cabai siap dipindahkan ke polybag besar sehabis berumur 3-4 minggu, atau tumbuhan telah memiliki 3-4 helai daun.
Menyiapkan Media Tanam
Pilih polybag yang berukuran diatas 30 cm, biar media tanam cukup berpengaruh menopang pertumbuhan tumbuhan cabai yang rimbun. Selain polybag, dapat juga dipakai pot dari jenis plastik, semen, tanah, atau keramik. Atau dapat juga memakai wadah-wadah bekas yang tidak terpakai lagi, beri lubang pada dasar wadah untuk kanal drainase.
Cara menanam cabai dalam polybag dapat memakai media tanam dari adonan tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam, dan lain-lainnya. Silahkan baca cara menciptakan media tanam polybag untuk klarifikasi lebih detail.
Beberapa pola komposisi media tanam diantaranya yaitu (1) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah dan pupuk sangkar dengan komposisi 2:1. Apabila memakai pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang telah matang. Lihat jenis dan karakteristik pupuk kandang.
Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam setiap polybag. Aduk hingga adonan tersebut benar-benar rata. Lapisi bab dalam polybag dengan sabut kelapa, cuilan genteng, atau cuilan styrofoam. Gunanya biar air tidak menggenangi tempat perakaran tanaman.
Cara Memindahan Bibit Cabe
Setelah bibit tumbuhan dan media tanam siap, pindahkan bibit tumbuhan cabai dari tempat persemaian kedalam polybag. Lakukan pekerjaan ini ketika pagi hari atau sore hari, dimana matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.
Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan hingga terjadi kerusakan pada perakaran tanaman. Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang, copot polybag dan daun pisang kemudian masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian kedalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah atau tray, pindahkan dengan tanah yang melekat pada perakaran dan masukkan kedalam lubang tanam.
Cara Merawat Tanaman Cabe
1.Pemupukan
Berikan pemupukan embel-embel dengan takaran satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Atau apabila ingin menanam cabai secara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos atau pupuk sangkar kambing pada ketika tumbuhan mau berbuah.
Penyiraman, tumbuhan cabai sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Apabila matahari bersinar terik, siram tumbuhan setiap hari.
Pengajiran, sehabis tumbuhan cabai tumbuh sekitar 20 cm, berikan ajir bambu. Ajir ini berkhasiat untuk menopang tumbuhan biar bangun tegak.
2. Perompesan
Lakukan perompesan, tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 sehabis tanam, perompesan biasanya dilakukan tiga kali hingga terbentuknya cabang. Gunanya biar tumbuhan tidak tumbuh kesamping ketika batang belum terlalu berpengaruh menopang.
3. Mengobati Hama Tanaman
Penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tumbuhan terlihat terjangkit hama atau sakit. Apabila terlihat ada hama putih semprot dengan pestida, bila terlihat ada bakal ulat semprot dengan insektisida secukupnya, bila terlihat jamur gunakan fungisida. Untuk bercocok tanam cabai organik gunakan pestisida alami.
4. Cara Memanen Cabe
Umur cabai dari mulai tanam hingga panen bervariasi tergantung jenis varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik yaitu ketika buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah menyerupai ini sudah masuk bobot yang optimal dan buah cabai masih dapat tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari sehabis embun kering. Hindari waktu panen pada malam dan siang hari.
Cara menanam cabai yang telah kita uraikan tersebut lebih cocok diterapkan pada pertanian sekala kecil atau lahan pekarangan. Tapi dapat juga diterapkan juga untuk pertanian vertikultur atau urban farming. Lihat juga postingan lain wacana cara budidaya tumbuhan cabai dengan polybag.
Semoga bermanfaat.
*** (sumber: disarikan dari Alamtani dot com).
Tanaman cabai yang gampang tumbuh dan nggak ribet perawatannya yaitu cabai keriting lokal. Kalau cabai bibit unggul (benih import) butuh perawatan lebih, harus dirawat dengan obat-obatan tertentu. Cabe lokal lebih gampang mengikuti keadaan dengan perubahan kondisi lingkungan, hanya saja cabai bibit unggul lebih unggul dal produktifitasnya.
Tahap Penyemaian Benih
Cara menanam cabai dalam polybag sebaiknya tidak eksklusif dilakukan dari benih atau biji. Pertama-tama benih cabai harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini gunanya untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat atau berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit hingga cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar.
Tempat persemaian dapat berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian, atau petakan tanah. Untuk melihat lebih detail silahkan baca cara menciptakan media persemaian. Cara yang paling irit yaitu dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian.
Buat petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah kemudian aduk hingga rata. Butiran tanah dibentuk sehalus mungkin biar perakaran dapat menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5-10 cm, diatasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.
Masukkan benih cabai dalam larikan dengan jarak 7,5 cm kemudian siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan bubuk atau tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni lembap selama 3-4 hari, pertahankan biar karung goni tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah, kemudian buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi dengan plastik transparan untuk melindungi bibit cabai yang masih kecil dari panas berlebih dan siraman air hujan langsung. Tanaman cabai siap dipindahkan ke polybag besar sehabis berumur 3-4 minggu, atau tumbuhan telah memiliki 3-4 helai daun.
Menyiapkan Media Tanam
Pilih polybag yang berukuran diatas 30 cm, biar media tanam cukup berpengaruh menopang pertumbuhan tumbuhan cabai yang rimbun. Selain polybag, dapat juga dipakai pot dari jenis plastik, semen, tanah, atau keramik. Atau dapat juga memakai wadah-wadah bekas yang tidak terpakai lagi, beri lubang pada dasar wadah untuk kanal drainase.
Cara menanam cabai dalam polybag dapat memakai media tanam dari adonan tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam, dan lain-lainnya. Silahkan baca cara menciptakan media tanam polybag untuk klarifikasi lebih detail.
Beberapa pola komposisi media tanam diantaranya yaitu (1) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah dan pupuk sangkar dengan komposisi 2:1. Apabila memakai pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang telah matang. Lihat jenis dan karakteristik pupuk kandang.
Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam setiap polybag. Aduk hingga adonan tersebut benar-benar rata. Lapisi bab dalam polybag dengan sabut kelapa, cuilan genteng, atau cuilan styrofoam. Gunanya biar air tidak menggenangi tempat perakaran tanaman.
Cara Memindahan Bibit Cabe
Setelah bibit tumbuhan dan media tanam siap, pindahkan bibit tumbuhan cabai dari tempat persemaian kedalam polybag. Lakukan pekerjaan ini ketika pagi hari atau sore hari, dimana matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.
Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan hingga terjadi kerusakan pada perakaran tanaman. Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang, copot polybag dan daun pisang kemudian masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian kedalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah atau tray, pindahkan dengan tanah yang melekat pada perakaran dan masukkan kedalam lubang tanam.
Cara Merawat Tanaman Cabe
1.Pemupukan
Berikan pemupukan embel-embel dengan takaran satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Atau apabila ingin menanam cabai secara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos atau pupuk sangkar kambing pada ketika tumbuhan mau berbuah.
Penyiraman, tumbuhan cabai sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Apabila matahari bersinar terik, siram tumbuhan setiap hari.
Pengajiran, sehabis tumbuhan cabai tumbuh sekitar 20 cm, berikan ajir bambu. Ajir ini berkhasiat untuk menopang tumbuhan biar bangun tegak.
2. Perompesan
Lakukan perompesan, tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 sehabis tanam, perompesan biasanya dilakukan tiga kali hingga terbentuknya cabang. Gunanya biar tumbuhan tidak tumbuh kesamping ketika batang belum terlalu berpengaruh menopang.
3. Mengobati Hama Tanaman
Penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tumbuhan terlihat terjangkit hama atau sakit. Apabila terlihat ada hama putih semprot dengan pestida, bila terlihat ada bakal ulat semprot dengan insektisida secukupnya, bila terlihat jamur gunakan fungisida. Untuk bercocok tanam cabai organik gunakan pestisida alami.
4. Cara Memanen Cabe
Umur cabai dari mulai tanam hingga panen bervariasi tergantung jenis varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik yaitu ketika buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah menyerupai ini sudah masuk bobot yang optimal dan buah cabai masih dapat tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari sehabis embun kering. Hindari waktu panen pada malam dan siang hari.
Cara menanam cabai yang telah kita uraikan tersebut lebih cocok diterapkan pada pertanian sekala kecil atau lahan pekarangan. Tapi dapat juga diterapkan juga untuk pertanian vertikultur atau urban farming. Lihat juga postingan lain wacana cara budidaya tumbuhan cabai dengan polybag.
Semoga bermanfaat.
*** (sumber: disarikan dari Alamtani dot com).

Komentar
Posting Komentar