Pemeliharaan
1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan apabila tumbuhan kurang baik pertumbuhannya atau mati. Penyulaman sanggup dilakukan hingga tumbuhan berumur 10 tahun alasannya tumbuhan akan mulai dibongkar dikala berumur 25tahun. Denagn demikian, sebelum dibongkar tumbuhan pengganti sudah berproduksi.
2. Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk mematikan gulma yang tumbuh dilahan. Secara kimia sanggup dilakukan dengan pengguanaan herbisida, penyemprotan diusahakan janagan hingga mengenai daun-daun tanaman. Penyiangan yang paling kondusif dengan cara dicabut, terutama disekitar batanag tumbuhan kakao.
3. Pemupukan
Pupuk yang diberikan sanggup berupa pupuk organik dan anorganik. Untuk menerima produksi maksimal, pemupukan harus dilakukan denagn tepat, baik waktu, dosis, jenis, maupun pemberiannya.
4. Pemangkasan
Pemangkasan merupakan suatu tindakan atau aktivitas pembuangan atau pengurangan sebagian dari cabang, ranting dan daun, tujuannya anatara lain sebagai berikut :
a. Memperole kerangka dasar (frame) tumbuhan yang baik.
b. Mengatur penyebaran cabang, ranting, dan daun-daun produktif biar merata.
c. Membuang belahan tumbuhan yang tidak dikehendaki, ibarat tunas air dan cabang yang sakit.
d. Merangsang pembentukan belahan tumbuhan yang lebih produktif, ibarat daun, ranting, dan cabang baru.
e. Mengurangi serangan hama dan penyakit
Pemangkasan tumbuhan kakao dapat dibagi dalam tiga tahap, ialah sebagai berikut.
a. Pemangkasan Bentuk
Pemangkasan bentuk bertujuan membentuk kerangka tumbuhan yang baik. Pemangkasan ini dilakukan untuk memperoleh tiga cabang primer yang tumbuh besar lengan berkuasa dan sehat dari 4-6 cabang yang tumbuh dan apabila memungkinkan dipilih cabang dengan arah tumbuh merata keatas . Pemangkasan dilaksanakan dikala tumbuhan mencapai ketinggian 1-2m dan setelah membentuk 3-6 cabang utama.
b. Pemangkasan Pemeliharaan
Pemangkasan pemeliharaan dilakukan untuk mempertahankan atau memelihara biar kerangka dasar tetap baik. Cabang sekunder yang tidak baik dan tunas air pada cabang sekunder dan primer dibuang. Pemangkasan ini dilaksanan pada tahun kedua atau kurang lebi 14-18 bulan setelah pembentukan jorket.
Pemangkasan pemeliharaan sangat memilih bentuk dan struktur percabanagan tumbuhan kakao. Pemangkasan ini dilakukan secara rutin 2-3 bulan sekali atau tergantung pada pertumbuhan tumbuhan hingga tanman berumur 4 Tahun. Jangan memotong ujung atau tititk tumbuh cabang primer supaya tajuk tumbuhan segera saling bertemu dan menutup.
c. Pemangkasan Produksi
Pemangkasan produksi bertujuan mendorong tumbuhan agara berproduksi secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Pemangkasna mengurangi daun yang kurang produktif agara penyebaran daun produktif merata. Selain itu, bagian-bagian tanmaan yang tidak dikehendaki, ibarat cabang sakit, tnas air dan ranting kering dibuang.
* Untuk kebutuhan polybag silahkan hubungi kami di 08123.258.4950 - 0877.0282.1277, gosip selengkapnya klik disini.
* Untuk kebutuhan paranet silahkan hubungi kami di 0852.3392.5564 - 0877.0282.1277, gosip selengkapnya klik disini.
Pengendalian Hama dan Penyakit
1. Hama
a. Penggerek Buah Kakao
Hama penggerek umumnya menyerang buah kakao muda, pada dikala buah mencapai panjang sekitar 8cm. Gejalanya tampak apabila buah sudah masak, yakni warna kulit buah pudar dan timbul belang berwarna jingga. Apabila diguncang tidak menjadikan suara dan apabila buah dibelah warna daging hitam, biji menempel satu sama lain berwarna hitam, kriput dan ringan.
Penegendalianya sanggup dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1). Rompesan buah, yakni memetik buah secarasrentak setelah panen besar.
2). Penyelubungan buah, yakni menyelubungi buah yang masih muda (panjang buah 8-10cm) memakai kantong plastikdengan panjang 30cm, lebar 15cm, dan tebal 0,2mm.
3). Karantina atau tidak mendatangkan buah kakao yang akan diambil bijinya dari lokasi sumber hama.
b. Kepik Penghisap Buah
Gejala serangn, pada buah terdapat bercak-bercak cekung berwarna coklat kehitaman. Jika menyerang ranting dan daun,pada belahan yang terjangkit akan timbul bercak-bercak cekung, kemudian ranting dan daun layu, kering dan mati. Pengendalian secara kimia memakai inteksida dan memanfaatkan musuh alami, seprti semut hitam, bealalng sembah dan laba-laba.
c. Ulat Kilan
Gejalanya daun berlubang, apabila serang daun renta pun diserang sehingga tanamn gundul. Pengendalian secara mekanis dengan memotong ranting dan daun yang terserang, kemudian ulat yang terkumpul dibenamkan ke tanah. Pengendalian secara kimiawi mengguanakan inteksida.
2. Penyakit
a. Penyakit Busuk Buah
Buah yang diserang berubah warna menjadi coklat kehitaman mulai dari ujung buah. Gejala dijumpai pada buah muda maupun yang sudah masak.
Pengendalian secar mekanis dengan mengambil buah yang busuk, kemudian dipendam sedalam sekitar 30cnm dari permukaan tanah. Kultur teknis, yakni mengatur kelembaban kebun biar tidak terlalau tinggi dan drainasekebun diperbaiki lagi. Pengendalian secara Kimia memakai fungsida.
b. Penyakit Kanker Batang
Gejalanya terdapat bercak cokelat renta kehitaman berbatas terang dan berbentuk tidak teratur pada batang yang terserang. Serangan berat akan menimbulkan tumbuhan mati. Pengendalianya dengan mengerok belahan batang yang sakit hingga batas yang sehat, kemudian mengolesinya dengan fungsida atau ter.
c. Penyakit Antraknose
Pada daun, terdapat bintik-bintik nekrotis berwarna cokelat tidak beraturan dan daun-daun yang tersrang rontok sehingga tanman gundul. Pada buah, buah menjadi layu dengan bintik-bintik cokelat, karenanya buah mengering menjadi mumi. Pengendalian dengan pemupukan yang tepat, tunjangan pohon naungan, pemangkasan ranting-ranting sakit, pemusnahan buah-buah busuk, dan pelindungan tunas-tunas dengan fungsida.
Pemanenan
Buah kakao sanggup dipanen pda dikala buah berumur 170 hari atau kira-kira enam bulan atau buah sudah masak menjadi kuning/jingga. Buah sudah siap panen apabila digoncang-goncang akan berbunyi. Hal yang perlu diperhatikan, yakni pisau untuk memotong harus benar-benar tajam biar alas bunga tidak rusak.
Pemetikan harus sempurna pada dikala buah sudah masak. Apabila dilakukan terlalu awal, mutu biji kering sangat rendah alasannya biji-bijinya gepeng dan keriput dan kadar gula dalam pulp masih kurang sehingga hasil fermentasi kurang baik. Apabila buah terlalu masak, menimbulkan biji berkecambah di dalam buah, pulp mulai mengering, dan aroma menurun.
1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan apabila tumbuhan kurang baik pertumbuhannya atau mati. Penyulaman sanggup dilakukan hingga tumbuhan berumur 10 tahun alasannya tumbuhan akan mulai dibongkar dikala berumur 25tahun. Denagn demikian, sebelum dibongkar tumbuhan pengganti sudah berproduksi.
2. Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk mematikan gulma yang tumbuh dilahan. Secara kimia sanggup dilakukan dengan pengguanaan herbisida, penyemprotan diusahakan janagan hingga mengenai daun-daun tanaman. Penyiangan yang paling kondusif dengan cara dicabut, terutama disekitar batanag tumbuhan kakao.
3. Pemupukan
Pupuk yang diberikan sanggup berupa pupuk organik dan anorganik. Untuk menerima produksi maksimal, pemupukan harus dilakukan denagn tepat, baik waktu, dosis, jenis, maupun pemberiannya.
4. Pemangkasan
Pemangkasan merupakan suatu tindakan atau aktivitas pembuangan atau pengurangan sebagian dari cabang, ranting dan daun, tujuannya anatara lain sebagai berikut :
a. Memperole kerangka dasar (frame) tumbuhan yang baik.
b. Mengatur penyebaran cabang, ranting, dan daun-daun produktif biar merata.
c. Membuang belahan tumbuhan yang tidak dikehendaki, ibarat tunas air dan cabang yang sakit.
d. Merangsang pembentukan belahan tumbuhan yang lebih produktif, ibarat daun, ranting, dan cabang baru.
e. Mengurangi serangan hama dan penyakit
Pemangkasan tumbuhan kakao dapat dibagi dalam tiga tahap, ialah sebagai berikut.
a. Pemangkasan Bentuk
Pemangkasan bentuk bertujuan membentuk kerangka tumbuhan yang baik. Pemangkasan ini dilakukan untuk memperoleh tiga cabang primer yang tumbuh besar lengan berkuasa dan sehat dari 4-6 cabang yang tumbuh dan apabila memungkinkan dipilih cabang dengan arah tumbuh merata keatas . Pemangkasan dilaksanakan dikala tumbuhan mencapai ketinggian 1-2m dan setelah membentuk 3-6 cabang utama.
b. Pemangkasan Pemeliharaan
Pemangkasan pemeliharaan dilakukan untuk mempertahankan atau memelihara biar kerangka dasar tetap baik. Cabang sekunder yang tidak baik dan tunas air pada cabang sekunder dan primer dibuang. Pemangkasan ini dilaksanan pada tahun kedua atau kurang lebi 14-18 bulan setelah pembentukan jorket.
Pemangkasan pemeliharaan sangat memilih bentuk dan struktur percabanagan tumbuhan kakao. Pemangkasan ini dilakukan secara rutin 2-3 bulan sekali atau tergantung pada pertumbuhan tumbuhan hingga tanman berumur 4 Tahun. Jangan memotong ujung atau tititk tumbuh cabang primer supaya tajuk tumbuhan segera saling bertemu dan menutup.
c. Pemangkasan Produksi
Pemangkasan produksi bertujuan mendorong tumbuhan agara berproduksi secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Pemangkasna mengurangi daun yang kurang produktif agara penyebaran daun produktif merata. Selain itu, bagian-bagian tanmaan yang tidak dikehendaki, ibarat cabang sakit, tnas air dan ranting kering dibuang.
* Untuk kebutuhan polybag silahkan hubungi kami di 08123.258.4950 - 0877.0282.1277, gosip selengkapnya klik disini.
* Untuk kebutuhan paranet silahkan hubungi kami di 0852.3392.5564 - 0877.0282.1277, gosip selengkapnya klik disini.
Pengendalian Hama dan Penyakit
1. Hama
a. Penggerek Buah Kakao
Hama penggerek umumnya menyerang buah kakao muda, pada dikala buah mencapai panjang sekitar 8cm. Gejalanya tampak apabila buah sudah masak, yakni warna kulit buah pudar dan timbul belang berwarna jingga. Apabila diguncang tidak menjadikan suara dan apabila buah dibelah warna daging hitam, biji menempel satu sama lain berwarna hitam, kriput dan ringan.
Penegendalianya sanggup dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1). Rompesan buah, yakni memetik buah secarasrentak setelah panen besar.
2). Penyelubungan buah, yakni menyelubungi buah yang masih muda (panjang buah 8-10cm) memakai kantong plastikdengan panjang 30cm, lebar 15cm, dan tebal 0,2mm.
3). Karantina atau tidak mendatangkan buah kakao yang akan diambil bijinya dari lokasi sumber hama.
b. Kepik Penghisap Buah
Gejala serangn, pada buah terdapat bercak-bercak cekung berwarna coklat kehitaman. Jika menyerang ranting dan daun,pada belahan yang terjangkit akan timbul bercak-bercak cekung, kemudian ranting dan daun layu, kering dan mati. Pengendalian secara kimia memakai inteksida dan memanfaatkan musuh alami, seprti semut hitam, bealalng sembah dan laba-laba.
c. Ulat Kilan
Gejalanya daun berlubang, apabila serang daun renta pun diserang sehingga tanamn gundul. Pengendalian secara mekanis dengan memotong ranting dan daun yang terserang, kemudian ulat yang terkumpul dibenamkan ke tanah. Pengendalian secara kimiawi mengguanakan inteksida.
2. Penyakit
a. Penyakit Busuk Buah
Buah yang diserang berubah warna menjadi coklat kehitaman mulai dari ujung buah. Gejala dijumpai pada buah muda maupun yang sudah masak.
Pengendalian secar mekanis dengan mengambil buah yang busuk, kemudian dipendam sedalam sekitar 30cnm dari permukaan tanah. Kultur teknis, yakni mengatur kelembaban kebun biar tidak terlalau tinggi dan drainasekebun diperbaiki lagi. Pengendalian secara Kimia memakai fungsida.
b. Penyakit Kanker Batang
Gejalanya terdapat bercak cokelat renta kehitaman berbatas terang dan berbentuk tidak teratur pada batang yang terserang. Serangan berat akan menimbulkan tumbuhan mati. Pengendalianya dengan mengerok belahan batang yang sakit hingga batas yang sehat, kemudian mengolesinya dengan fungsida atau ter.
c. Penyakit Antraknose
Pada daun, terdapat bintik-bintik nekrotis berwarna cokelat tidak beraturan dan daun-daun yang tersrang rontok sehingga tanman gundul. Pada buah, buah menjadi layu dengan bintik-bintik cokelat, karenanya buah mengering menjadi mumi. Pengendalian dengan pemupukan yang tepat, tunjangan pohon naungan, pemangkasan ranting-ranting sakit, pemusnahan buah-buah busuk, dan pelindungan tunas-tunas dengan fungsida.
Pemanenan
Buah kakao sanggup dipanen pda dikala buah berumur 170 hari atau kira-kira enam bulan atau buah sudah masak menjadi kuning/jingga. Buah sudah siap panen apabila digoncang-goncang akan berbunyi. Hal yang perlu diperhatikan, yakni pisau untuk memotong harus benar-benar tajam biar alas bunga tidak rusak.
Pemetikan harus sempurna pada dikala buah sudah masak. Apabila dilakukan terlalu awal, mutu biji kering sangat rendah alasannya biji-bijinya gepeng dan keriput dan kadar gula dalam pulp masih kurang sehingga hasil fermentasi kurang baik. Apabila buah terlalu masak, menimbulkan biji berkecambah di dalam buah, pulp mulai mengering, dan aroma menurun.
(dirangkum dari banyak sekali sumber).
Baca juga Cara Budidaya Tanaman Kakao (1), Pembibitan & Penanaman.
Baca juga Cara Budidaya Tanaman Kakao (1), Pembibitan & Penanaman.

Komentar
Posting Komentar