Kebutuhan curah hujan untuk tumbuhan kakao (Theobroma cacao) yang ideal 1.250-3.000 mm/tahun. Kakao membutuhkan distribusi curah hujan secara merata sepanjang tahun. Sedangkan suhu yang ideal bagi pertumbuhan kakao maksimum 30-32 C, minimum 18-21 C, rata-rata suhu bulanan 26,6 C. Suhu sanggup mempengaruhi pertumbuhan tunas, pembungaan, dan kerusakan daun. kalau suhu terlalu tinggi bisa memacu pembungaan tapi kemudian gugur. Suhu yang paling baik ketika pembungaan sekitar 26-30 C.
Kelembaban udara di areal tumbuhan kakao perlu juga diperhatikan, biar tumbuhan bisa tumbuh secara maksimal. Karena kelembaban udara sangat mempengaruhi pertumbuhan daun kakao. Tanaman kakao yang tumbuh di areal dengan kelembaban udara relatif 50-60% akan mempunyai daun lebat dan berukuran besar. Tapi apabila kelembaban udara terlalu tinggi menimbulkan berkembangnya cendawan patogen, sementara jikalau kelembaban terlalu rendah akan mempercepat penguapan.
Tanaman muda yang gres ditanam atau pada ketika pembibitan, membutuhkan 25-35% sinar Matahri penuh. Sinar Matahari yang terlalu banyak menimbulkan bulat batang kecil, luas daun sempit, dan tumbuhan relatif pendek. Tanaman sampaumur atau yang sudah menghasilkan memerlukan intensitas sinar Matahari 65-75%. Hal tersebut sanggup diperoleh dengan pengaturan naungan atau tumbuhan pelindung dan penataan tajuk tumbuhan kakao.
Daun Kakao umumnya berbentuk lebar sehingga lebih gampang gugur dan rusak apabila terkena angin kencang. Angin yang bersifat kering dan berasal dari maritim yang mengandung garam akan menimbulkan kerusakan mekanis, daun-daun gugur, pucuk-pucuk layu, dan gagal penyerbukan.
Kakao memerlukan tanah yang tidak tergenang air dan tidak mengalami kekeringan pada ekspresi dominan kemarau. Tanah banyak mengandung humus atau materi organik dan cukup gembur. pH tanah optimum 6-7, 5 dan mengandung cukup udara dan air.
Mempersiapkan Lahan
1. Pembersihan Lahan
Pembersihan lahan diawali dengan memotong kayu, membongkar tanggul kayu, dan pembakaran. Selanjutny, pembersian lahan dari alang-alang
2. Jarak Tanam dan Lubang Tanam
Jarak yang biasa dipakai 3 x 3 m dengan populasi setiap hektar kurang lebih 1.100 pohon. Lubang tanam disiapkan 2-3 bulan sebelum penanaman. Pada lubang tanam diberi pupuk kandang. Kira-kira satu bulan sebelum tanam, lubang ditutup kembali dengan susunan tanah menyerupai semula. Ukuran lubang tanam bervariasi, tergantung pada kondisi atau kesuburan tanah dan padat tidaknya tanah. Ukuran lubang yang biasa dipakai 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm.
3. Penanaman Tanaman Pelindung
Tanaman pelindung sangat diharapkan untuk mengatur intensitas penyinaran Matahari, suhu, dan kelembapan udara, menambah unsur hara, memperbaiki struktur tanah, dan mengurangi kecepatan angin dan penguapan. Tanaman pelindung dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a). Tanaman Pelindung Sementara
Tanaman pelindung sementara berfungsi melindungi tumbuhan kakao muda yang gres dipindahkan di lahan. Tanaman pelindung sementara harus mempunyai sifar-sifat, antara lain tumbuh tegak, cepat, tahan dipangkas dan kayunya lunak, berupa semak, perakaran samping tidak terlalu banyak dan tidak mengganggu tumbuhan kakao, dan gampang dibongkar. Pelindung yang baik, yakni tumbuhan lamtoro alasannya bisa menambah kandungan N dalam tanah, juga sanggup memakai pohon pisang atau turi.
b). Tanaman Pelindung Tetap
Tanaman pelindung tetap berfungsi melindungi tumbuhan kakao yang sudah produktif. Jenis pohon yang biasa digunakan, diantaranya lamtoro, sengon jawa, dan dadap.
Tanaman pelindung tetap harus dipertahankan sepanjang hidup tumbuhan kakao dan diharapkan dalam jangka waktu usang serta bersifat permanen. Oleh lantaran itu, pelindung tetap harus bersifat tumbuh cepat, mempunyai tajuk lebih tinggi dari pada tumbuhan kakao, percabangan banyak sehingga memperlihatkan naungan dengan jangkauan luas, tahan dipangkas dan kayunya keras, tidak gampang tumbang lantaran tiupan angin, tidak disukai hama atau bukan merupakan inang hama dan penyakit yang merusak pohon, dan meneruskan sinar Matahari secara tersebar.
Pembibitan
1. Perkecambahan
a). Perkecambahan Menggunakan Karung Goni
Perkecambahan memakai karung goni dinilai lebih mudah daripada perkecambahan badengan. Di atas tanah yag telah rata dan bebas dari gulma diberi satu lapis kerikil merah sesuai dengan luas karung goni untuk mempermudah perembesan air siraman. Sebelum digunakan, karung goni direndam didalam larutan fungisida terlebih dahulu. Setiap karung goni sanggup memuat 1.200 biji dengan jarak benih 2 x 3 cm. Setelah benih ditata diatas karung goni, diatasnya ditutup karung goni yang sudah dibasahi. Selanjutnya, penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari.
Diatas karung goni diberi naungan semantara. Benih telah berkecambah sehabis empat hari di persemaian dan dianjurkan untuk dipindah ke polybag, kemudian diletakkan di pembibitan. Pemindahan benih dari kawasan perkecambahan diakhiri pada hari ke-12 lantaran apabila lebih dari 12 hari, benih termasuk benih yang tidak baik.
b). Perkecambahan Menggunakan Bedengan
Penanaman benih eksklusif diletakkan diatas tanah yang dilapisi pasir halus setebal 15cm. Bedengan endaknya merupakan tanah yang subur, datar, dan bebas gulma, akar-akar pohon, dan batu. Diatas bedengan diberi naungan untuk menghindari sinar Matahari langsung.
Benih diatur dibedengan dengan jarak 1 x 3 cm atau 2 x 3 cm atau 3 x 5 cm. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore. Saat yang sempurna untuk melaksanakan pemindahan, yakni ketika kotiledon sudah muncul diatas pasir atau sudah berumur 4-5 hari stela semai. Pemindahan yang terlambat arus dihindari, yakni apabila hipokotil sudah memanjang atau bahkan kotiledon sudah membuka.
2. Pembibitan
Benih yang telah berkecambah (bibit) siap dipindah ke pembibitan. Polybag yang dipakai untuk pembibitan kakao berukuran 30 x 20 cm denagn tebal 0,08 mm dan tela dibentuk lubang sekitar 18 lubang. Media yang dipakai adonan tanah subur, pasir, dan pupuk sangkar dengan perbandingan 1:1:1 atau 2:2:1. Media dimasukkan ke dalam polybag yang sudah berisi media kurang lebih 6Kg, kemudian polybag diatur dengan jarak 15 x 15cm atau 15 x 30cm. Media tanam disiram hingga cukup lembab. Bibit ditanam dalam media, kemudain tanah disekitar bibit dipadatkan kembali. Tempat pembibitan perlu diberi naungan (paranet/shading net).
* Untuk kebutuhan polybag silahkan hubungi kami di 08123.258.4950 - 0877.0282.1277, info selengkapnya klik disini.
* Untuk kebutuhan paranet silahkan hubungi kami di 0852.3392.5564, info selengkapnya klik disini.
Penanaman
Penanaman Kakao sanggup dilakukan ketika bibit sudah berusia 4-6 bulan i pembibitan. Pemindaan bibit ke lahan juga sanggup dilakukan ketika tumbuhan sudah mempunyai daun renta paling sediit 12 helai, tinggi minimum 50cm, dan diameter batang kurang lebih 1,5cm. Pengangkutan bibit ke lahan penanaman harus dilakukan dengan hati-hati biar bibit media tidak pecah.
Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum penanaman, antara lain lubang tanam yang sudah ditutup kurang lebih satu bulan digali lagi sedalam polybag bibit kakao, tumbuhan pelindung sementara dan pelindung tetap sudah berfungsi dan berkembang, dan ketika pemindahan atau penanamn bibit ke lahan sebaiknya dilakukan ketika tanamn tidak sedang bertunas.
Cara menanam bibit kakao yakni sebagai berikut.
1. Polybag disayat dengan pisau dari bawah ke atas, uahakan biar media bibit tidak pecah dan akar tidak rusak.
2. Bibit beserta media yang telah dikeluarkan dari polybag dimasukkan di tengah-tengah lubang tanam hingga media bibit sejajar dengan permukaan tanah.
3. Tanah dikiri dan kanan tanamn dipadatkan kembali biar tidak terdapat rongga udara yang sanggup menimbulkan kekeringan dan tanah di sekitar batang dibentuk gundukan.
* (dirangkum dari aneka macam sumber)
Baca juga Cara Budidaya Tanaman Kakao (2), Pemeliharaan & Pengendalian Hama.
Kelembaban udara di areal tumbuhan kakao perlu juga diperhatikan, biar tumbuhan bisa tumbuh secara maksimal. Karena kelembaban udara sangat mempengaruhi pertumbuhan daun kakao. Tanaman kakao yang tumbuh di areal dengan kelembaban udara relatif 50-60% akan mempunyai daun lebat dan berukuran besar. Tapi apabila kelembaban udara terlalu tinggi menimbulkan berkembangnya cendawan patogen, sementara jikalau kelembaban terlalu rendah akan mempercepat penguapan.
Tanaman muda yang gres ditanam atau pada ketika pembibitan, membutuhkan 25-35% sinar Matahri penuh. Sinar Matahari yang terlalu banyak menimbulkan bulat batang kecil, luas daun sempit, dan tumbuhan relatif pendek. Tanaman sampaumur atau yang sudah menghasilkan memerlukan intensitas sinar Matahari 65-75%. Hal tersebut sanggup diperoleh dengan pengaturan naungan atau tumbuhan pelindung dan penataan tajuk tumbuhan kakao.
Daun Kakao umumnya berbentuk lebar sehingga lebih gampang gugur dan rusak apabila terkena angin kencang. Angin yang bersifat kering dan berasal dari maritim yang mengandung garam akan menimbulkan kerusakan mekanis, daun-daun gugur, pucuk-pucuk layu, dan gagal penyerbukan.
Kakao memerlukan tanah yang tidak tergenang air dan tidak mengalami kekeringan pada ekspresi dominan kemarau. Tanah banyak mengandung humus atau materi organik dan cukup gembur. pH tanah optimum 6-7, 5 dan mengandung cukup udara dan air.
Mempersiapkan Lahan
1. Pembersihan Lahan
Pembersihan lahan diawali dengan memotong kayu, membongkar tanggul kayu, dan pembakaran. Selanjutny, pembersian lahan dari alang-alang
2. Jarak Tanam dan Lubang Tanam
Jarak yang biasa dipakai 3 x 3 m dengan populasi setiap hektar kurang lebih 1.100 pohon. Lubang tanam disiapkan 2-3 bulan sebelum penanaman. Pada lubang tanam diberi pupuk kandang. Kira-kira satu bulan sebelum tanam, lubang ditutup kembali dengan susunan tanah menyerupai semula. Ukuran lubang tanam bervariasi, tergantung pada kondisi atau kesuburan tanah dan padat tidaknya tanah. Ukuran lubang yang biasa dipakai 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm.
3. Penanaman Tanaman Pelindung
Tanaman pelindung sangat diharapkan untuk mengatur intensitas penyinaran Matahari, suhu, dan kelembapan udara, menambah unsur hara, memperbaiki struktur tanah, dan mengurangi kecepatan angin dan penguapan. Tanaman pelindung dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a). Tanaman Pelindung Sementara
Tanaman pelindung sementara berfungsi melindungi tumbuhan kakao muda yang gres dipindahkan di lahan. Tanaman pelindung sementara harus mempunyai sifar-sifat, antara lain tumbuh tegak, cepat, tahan dipangkas dan kayunya lunak, berupa semak, perakaran samping tidak terlalu banyak dan tidak mengganggu tumbuhan kakao, dan gampang dibongkar. Pelindung yang baik, yakni tumbuhan lamtoro alasannya bisa menambah kandungan N dalam tanah, juga sanggup memakai pohon pisang atau turi.
b). Tanaman Pelindung Tetap
Tanaman pelindung tetap berfungsi melindungi tumbuhan kakao yang sudah produktif. Jenis pohon yang biasa digunakan, diantaranya lamtoro, sengon jawa, dan dadap.
Tanaman pelindung tetap harus dipertahankan sepanjang hidup tumbuhan kakao dan diharapkan dalam jangka waktu usang serta bersifat permanen. Oleh lantaran itu, pelindung tetap harus bersifat tumbuh cepat, mempunyai tajuk lebih tinggi dari pada tumbuhan kakao, percabangan banyak sehingga memperlihatkan naungan dengan jangkauan luas, tahan dipangkas dan kayunya keras, tidak gampang tumbang lantaran tiupan angin, tidak disukai hama atau bukan merupakan inang hama dan penyakit yang merusak pohon, dan meneruskan sinar Matahari secara tersebar.
Pembibitan
1. Perkecambahan
a). Perkecambahan Menggunakan Karung Goni
Perkecambahan memakai karung goni dinilai lebih mudah daripada perkecambahan badengan. Di atas tanah yag telah rata dan bebas dari gulma diberi satu lapis kerikil merah sesuai dengan luas karung goni untuk mempermudah perembesan air siraman. Sebelum digunakan, karung goni direndam didalam larutan fungisida terlebih dahulu. Setiap karung goni sanggup memuat 1.200 biji dengan jarak benih 2 x 3 cm. Setelah benih ditata diatas karung goni, diatasnya ditutup karung goni yang sudah dibasahi. Selanjutnya, penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari.
Diatas karung goni diberi naungan semantara. Benih telah berkecambah sehabis empat hari di persemaian dan dianjurkan untuk dipindah ke polybag, kemudian diletakkan di pembibitan. Pemindahan benih dari kawasan perkecambahan diakhiri pada hari ke-12 lantaran apabila lebih dari 12 hari, benih termasuk benih yang tidak baik.
b). Perkecambahan Menggunakan Bedengan
Penanaman benih eksklusif diletakkan diatas tanah yang dilapisi pasir halus setebal 15cm. Bedengan endaknya merupakan tanah yang subur, datar, dan bebas gulma, akar-akar pohon, dan batu. Diatas bedengan diberi naungan untuk menghindari sinar Matahari langsung.
Benih diatur dibedengan dengan jarak 1 x 3 cm atau 2 x 3 cm atau 3 x 5 cm. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore. Saat yang sempurna untuk melaksanakan pemindahan, yakni ketika kotiledon sudah muncul diatas pasir atau sudah berumur 4-5 hari stela semai. Pemindahan yang terlambat arus dihindari, yakni apabila hipokotil sudah memanjang atau bahkan kotiledon sudah membuka.
2. Pembibitan
Benih yang telah berkecambah (bibit) siap dipindah ke pembibitan. Polybag yang dipakai untuk pembibitan kakao berukuran 30 x 20 cm denagn tebal 0,08 mm dan tela dibentuk lubang sekitar 18 lubang. Media yang dipakai adonan tanah subur, pasir, dan pupuk sangkar dengan perbandingan 1:1:1 atau 2:2:1. Media dimasukkan ke dalam polybag yang sudah berisi media kurang lebih 6Kg, kemudian polybag diatur dengan jarak 15 x 15cm atau 15 x 30cm. Media tanam disiram hingga cukup lembab. Bibit ditanam dalam media, kemudain tanah disekitar bibit dipadatkan kembali. Tempat pembibitan perlu diberi naungan (paranet/shading net).
* Untuk kebutuhan polybag silahkan hubungi kami di 08123.258.4950 - 0877.0282.1277, info selengkapnya klik disini.
* Untuk kebutuhan paranet silahkan hubungi kami di 0852.3392.5564, info selengkapnya klik disini.
Penanaman
Penanaman Kakao sanggup dilakukan ketika bibit sudah berusia 4-6 bulan i pembibitan. Pemindaan bibit ke lahan juga sanggup dilakukan ketika tumbuhan sudah mempunyai daun renta paling sediit 12 helai, tinggi minimum 50cm, dan diameter batang kurang lebih 1,5cm. Pengangkutan bibit ke lahan penanaman harus dilakukan dengan hati-hati biar bibit media tidak pecah.
Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum penanaman, antara lain lubang tanam yang sudah ditutup kurang lebih satu bulan digali lagi sedalam polybag bibit kakao, tumbuhan pelindung sementara dan pelindung tetap sudah berfungsi dan berkembang, dan ketika pemindahan atau penanamn bibit ke lahan sebaiknya dilakukan ketika tanamn tidak sedang bertunas.
Cara menanam bibit kakao yakni sebagai berikut.
1. Polybag disayat dengan pisau dari bawah ke atas, uahakan biar media bibit tidak pecah dan akar tidak rusak.
2. Bibit beserta media yang telah dikeluarkan dari polybag dimasukkan di tengah-tengah lubang tanam hingga media bibit sejajar dengan permukaan tanah.
3. Tanah dikiri dan kanan tanamn dipadatkan kembali biar tidak terdapat rongga udara yang sanggup menimbulkan kekeringan dan tanah di sekitar batang dibentuk gundukan.
* (dirangkum dari aneka macam sumber)
Baca juga Cara Budidaya Tanaman Kakao (2), Pemeliharaan & Pengendalian Hama.

Komentar
Posting Komentar