Perkebunan Karet, “Obat Kemiskinan Rakyat” Di Tempat Pedalaman

Jangan berbangga dulu dengan keberadaan Indonesia sebagai negara terbesar kedua penghasil karet alami, dan bisa berhubungan dengan banyak negara untuk membeli hasil karet Indonesia. Tunda senyum Anda, alasannya yakni pada ketika yang sama kini banyak negara mengincar perkebunan karet sebagai solusi atas problem kemiskinan di tempat pedalaman negara mereka.

Tren mengolah perkebunan karet untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat ini secara umum terjadi di beberapa Negara di akwasan Asia Tenggara, ibarat Myanmar, Vietnam, Laos dan Kamboja. Mereka mulai menerapkan “segala cara dan segala ilmu” untuk meningkatkan produktifitas karet di tengah keterbatasan lahan perkebunan karet mereka. Bahkan kini Vietnam secara mengejutkan dari Negara yang tidak diperhitungkan, menjadi Negara dengan ekspor karet alami terbanyak ke-empat di dunia. Keberadaan Vietnam sebagai Negara penghasil karet kini mulai diperhitungkan.

* Untuk kebutuhan polybag dalam pembibitan karet silahkan hubungi kami sms/call: 0852.3392.5564 - 0877.0282.1277. Info wacana polybag silahkan klik disini.

Ditengah sokongan sistem ekonomi dunia yang semakin liberal, tentu kompetisi ini tidak sanggup dihindarkan. Meskipun 85 persen perkebunan karet merupakan perkebunan rakyat, rasanya mimpi Indonesia untuk merajai ekspor karet masih “Jauh Panggang dari Api” kalau pemerintah tidak bisa membujuk rakyat untuk segera berbenah diri. Pemerintah ketika ini hanya mempunyai perkebunan karet sekitar 7,5 persen dari total perkebunan karet nasional. Sementara pihak perusahaan swasta mempunyai luasan laha 7,5 persen sisanya.

Ini artinya, kalau pemerintah berhasil menggalang kekuatan produktifitas perkebunan karet nasional, maka jutaan rakyat pedalaman di negeri ini akan menikmati eksklusif hasil perkebunan mereka. Ini tidak hanya solusi atas kemiskinan di tempat pedalaman, namum juga bab dari startegi memangkas arus urbanisasi yang terpusatkan di wilayah perkotaan.

Tingkatkan Daya Saing Perkebunan Karet Nasional
Semakin banyaknya Negara Asia Tenggara yang melirik perkebunan karet sebagai “obat mujarab” kemiskinan dan ketertinggalan rakyat pedalaman Negara mereka masing-masing, maka intinya kualitas SDM dari masing-masing pengelola perkebunan rakyat antar Negara pada posisi kualitas SDM yang tidak jauh berbeda. Karena itu kesungguhan pemerintah dan masyarakat peduli dan pegiat kemiskinan, khsusunya dari kalangan akademisi di wilayah Sumatra atau wilayah Jawa pada rakyat pedalaman ini sangat dibutuhkan.

Harus disadari, bahwa rakyat para pegiat perkebunan karet yakni mereka yang penuh semangat melewati tantangan alam, khususnya di tempat pegunungan dengan tekstur tanah yang licin dan menempel. Semangat mereka sudah selayaknya dihargai dengan pendampingan secara berkelanjutan sampai benar-benar sanggup menghasilkan olahan karet berkualitas yang mempunyai daya saing tinggi.

Saat ini yang dibutuhkan oleh petani bukanlah pengetahuan yang bersifat personal dan individual. Semangat kolektif dan kebersamaan petani karet sangat dibutuhkan dengan ditunjang pengetahuan meningkatkan mutu dan kualitas hasil tanaman karet. Saat ini sudah lazim diketahui bahwa mutu Bahan Olaha Karet (BOKAR) dari kebun rakyat masih sangat banyak yang belum memenuhi stadart SNI BOKAR. Pemerintah sudah konsekwen dengan menciptakan Peraturan Menteri Pertanian No.38 wacana Pedoman Pengolahan Pemasaran Bokar. Untuk itu pemerintah juga mempunyai kewajiban melaksanakan pemberdayaan supaya mutu yang diperlukan sanggup terwujud.

Peningkatan mutu BOKAR sesuai dengan yang diperlukan pemerintah harus ditunjang dengan pendampingan terkait teknik penyadapan yang benar. Dan upaya ini sangat relevan didekati dengan dibuat kelompok tani oleh petani sendiri melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). Sembari melaksanakan acara pendampingan dan pemberdayaan persuasive terhadap petani karet, pengadaan pembibitan karet berkualitas klon unggulan terus ditingkatkan. Jika proses perkebunan karet dari pembenihan, pembibitan dan pengolahan telah terjaga iramanya dengan baik sesuai dengan kualitas dan produktifitas yang diinginkan, maka Perkebunan karet sanggup benar-benar menjadi “Obat Kemiskinan Rakyat” di Daerah Pedalaman.
* Baca juga Cara Pembibitan Karet Menggunakan Polybag.

Komentar