Menangkap Prospek Cerah Perkebunan Karet Indonesia

Permintaan karet terus meningkat. Semakin tinggi ajakan dunia akan kebutuhan karet, maka
Indonesia akan semakin diuntungkan. Sebab ketika ini Indonesia merupakan Negara terbesar kedua di dunia sebagai penyuplai karet Internasiona. Catatan dunia selama ini Indonesia mengirim 3,04 juta ton karet mentah alam pertahun. Begitu kira-kira citra mentah prospek cerah perkebunan karet Indonesia.


Faktanya, kebutuhan karet Internasional masih sangat jauh dari kemampuan suplai karet alam Indonesia. Kajian yang dilakukan oleh Universitas Free Belanda, prediksi ajakan karet dunia pada tahun 2020 akan mencapai 25 juta ton dalam satu tahun. Dari total 25 juta ton tersebut diharapkan karet alam sebesar 13,472 ton (53,89%). Padahal ketika ini Negara produsen karet alam hanya bisa mensuplai 7,8 juta ton. Sedangkan Indonesia hanya bisa menyumbang kebutuhan karet dunia 3,04 juta ton. Tujuan ekspor karet utama Indonesia yaitu USA, Cina, Jepang, Brazil, Turki, Kanada, India, German, Belgia, Prancis, Singapura, hailand, Netherland, Argentina, Inggris, dan masih banyak Negara lainnya.

* Untuk kebutuhan polybag dalam pembibitan karet silahkan hubungi kami sms/call: 08123.258.4950 - 0877.0282.1277. Info perihal polybag silahkan klik disini.

Segala data di atas kami sampaikan untuk mengatakan bahwa prospek karet masih sangat cerah, dikarenakan masih jauh dari pasokan yang diharapkan dunia Industri ketika ini. Indonesia juga telah mempunyai jaringan luas ekspor karet ke banyak Negara. Hal ini menjadi landasan berpengaruh bahwa perkebunan karet Indonesia terus mendapat pantauan pemerintah untuk terus meningkatkan produktifitasnya.

Peluang Pembibitan Karet Untuk Peremajaan dan Peningkatan produktifitas Karet
Di sisi lain, perkebunan karet Indonesia yaitu perkebunan kare terluas di dunia. Pada tahun 2012, luas perkebunan karet Indonesia yaitu 22,76 juta ha.  Dari total perkebunan karet tersebut, seluas 2,9 juta Ha atau  85% merupakan Perkebunan Rakyat (PR). Dengan menyandang predikat Indonesia sebagai Negara pemilik perkebunan karet terluas di dunia, seharusnya Indonesia menjadi Negara pertama pengeskpor karet alam terbanyak di dunia.
Lalu dimana permasalahannya? Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian pada Desember 2013, permasalahan perkebunan karet Indonesia terletak pada usia perkebunan karet yang sudah renta dan membutuhkan peremajaan menyeluruh. Perkebunan karet renta mempunyai permasalahan pada produkifitas karet alam yang dihasilkan.

Selain duduk kasus perkebunan karet yang sudah mengalami penuaan, permasalahan klasik selanjutnya yaitu terkait dengan kualitas pembibitan karet. Saat ini Indonesia tidak hanya membutuhkan pembibitan karet dengan jumlah yang besar dalam rangka peremajaan, namun juga peningkatan kualitas pembibitan karet unggul.

Untuk itu peluang pembibitan karet ketika ini sama cerahnya dengan prospek perkebunan karet nasional. Untuk mensiasati hal tersebut pemerintah melalui Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian terus melaksanakan terobosan terbaru guna mendapat semakin banyak pembibitan karet kualitas unggul.

Tentu saja pemerintah tidak sanggup berjalan sendiri, mengingat keberadaan perkebunan karet lebih banyak ditopang oleh perkebunan sanggup bangun diatas kaki sendiri rakyat. Melalui Badan Litbang Pertanian melalui BPTP terus melaksanakan bermacam-macam penelitian dan upaya konkrit untuk mendapat temuan-temuan gres pembibitan karet kualitas unggul.

Badan Litbang Pertanian melalui BPTP ketika ini telah membuatkan perjuangan perbaikan pembibitan karet. Berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Karet Tahun 2014 Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, pemerintah membuka kerjasama seluas-luasnya kepada masyarakat dan para investor pertanian untuk berkejasama dalam bentuk waralaba pembibitan karet. Karakteristik teknologi dan proposal waralaba yang diterapkan pemerintah semakin menarik bagi para investor untuk menghasilkan pembibitan karet kualitas unggul. Anda tertarik menangkap peluang ini? Jangan lewatkan Menangkap Prospek Cerah Perkebunan Karet Indonesia ini.
* Baca juga Perkebunan Karet, “Obat Kemiskinan Rakyat” di Daerah Pedalaman 

Komentar