Keunggulan Bertanam Memakai Polybag

Berkebun, salah satu hobi yang sangat mengasyikkan. Apalagi kalau tumbuhan yang dibudidayakan tumbuh subur dan mulai menampakkan hasilnya, baik dalam bentuk sayuran segar semisal kangkung, bayam, pokcoy, sawi, aneka bumbu dapur, cabai, terong, tomat, ataupun buah yang sanggup pribadi dikonsumsi tanpa khawatir terkena sisa residu dan resiko menelan lilin yang digunakan untuk melapisi buah supaya tidak cepat busuk.

Masalahnya, bagaimana para penggiat berkebun yang mempunyai lahan terbatas mensiasati hal ini? Sudah banyak cara berkebun diperkenalkan, mulai dari cara hidroponik, cara aquaponik sampai berkebun organik. Salah satu cara berkebun organik bagi pemilik lahan terbatas dengan memakai wadah pot, botol bekas atau polybag.

Polybag ialah wadah plastik (biasanya berwarna hitam, walaupun ada juga yang berwarna biru atau putih), yang mempunyai beberapa lubang kecil untuk sirkulasi air semoga tumbuhan tidak membusuk dan kesannya mati. Ada beberapa ukuran polybag, diadaptasi dengan kebutuhan. Biasanya polybag digunakan sebagai wadah pengganti pot. 

Polybag dipilih sebagai wadah untuk kebijaksanaan daya buah dan sayur di lahan terbatas dengan alasan sebagai berikut:

1.Biaya lebih murah dibandingkan kalau memakai pot
2.Perawatan lebih mudah
3.Tahan lama
4.Ringan 
5.Bentuk seragam
6.Tidak cepat kotor
7.Dapat digunakan berulang kali sehabis ditreatment terlebih dahulu
8.Mudah diperoleh di toko/perlengkapan pertanian, atau toko plastik.
9.Polybag sangat baik untuk drainase
10.Aerasi tumbuhan sanggup berlangsung baik, sehingga tumbuhan sanggup tumbuh maksimal
11.Polybag sanggup meningkatkan produktivitas dan efisiensi penggunaan media tanam beserta nutrisi yang dibutuhkan
12.Memudahkan pengontrolan/pengawasan per individu tumbuhan bila ada gangguan, contohnya serangan hama/penyakit, atau kekurangan unsur hara tertentu.
13.Mudah dalam penambahan materi organik/pupuk kandang, tinggal diadaptasi dengan takaran
14.Menghemat ruang dan kawasan penanaman
15.Komposisi media tanam sanggup diatur
16.Nutrisi yang diberikan, sanggup pribadi diserap akar, tidak hanyut oleh hujan
17.Tanaman sanggup dibudidayakan kapan saja, tanpa mengenal musim
18.Tanaman gampang dipindah-pindahkan letaknya, sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan.
19.Tanaman juga gampang dipindahkan ke lahan tanam yang sesungguhnya (untuk perkebunan tumbuhan keras)
20.Hampir semua jenis tumbuhan hortikultur dan berumur pendek menyerupai cabai, tomat, terong, kacang-kacangan, strobery, melon dan lain-lain, sanggup ditanam dalam polybag. Demikian pula aneka jenis sayuran, menyerupai kangkung, bayam, pokcoy, sawi, seledri, daun bawang, bawang merah dan lain-lain.
21.Produktivitas atau hasil panen buah/sayuran yang diperoleh tidak berbeda jauh dengan tumbuhan yang ditanam di lahan terbuka, demikian pula dengan mutu produk. Justru, bertanam memakai polybag, merupakan salah salah alternatif pemecahan persoalan bila kita perlu mengkonsumsi buah/sayuran segar. 

Polybag juga dipergunakan di banyak sekali perkebunan tumbuhan keras, sebagai wadah penyemaian benih sampai saatnya dipindahkan ke lahan perkebunan yang sebenarnya. Polybag yang dipergunakan di perkebunan tumbuhan keras terdiri dari dua ukuran, yaitu ukuran kecil lebar 10-14 cm (baby bag) yang digunakan di fase pembenihan awal (usia bibit 3-6 bulan) dan polybag ukuran besar 15 cm ke atas (big bag), digunakan semenjak pemindahan benih awal sampai bibit siap dipindahkan ke lahan yang sesungguhnya(usia bibit lebih dari 12 bulan).
Perkebunan besar yang memakai polybag sebagai wadah pembibitannya, antara lain: perkebunan kelapa sawit, perkebunan jati, perkebunan jabon, perkebunan karet, perkebunan akasia, perkebunan sengon, dan lain-lain.

Nah bagaimana? Masih adakah alasan untuk tidak berkebun walaupun mempunyai lahan terbatas? Gunakan polybag sebagai alternatif wadah media tanam yang murah dan mempunyai banyak keunggulan dibandingkan berkebun memakai pot. 

Komentar