Jual Polybag - Panduan Lengkap Cara Budidaya Sirsak Yang Menguntungkan



Sirsak (Annona muricata) merupakan tumbuhan buah yang berasal dari Karibia, Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang berarti kantong yang asam.

Manfaat daun sirsak ternyata 10.000 kali lebih berpengaruh dan kemampuan kemoterapi untuk mengobati kanker. Hal ini di dasarkan pada sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh masyarakat kuno, daun sirsak sudah dikenal dan banyak dipakai untuk mengobati penyakit. Dan baru-baru ini dalam sebuah penelitian, bahwa daun dari pohon sirsak sangat efektif untuk kanker prostat, pankreas dan paru-paru. Buahnya sanggup mencapai ukuran 20 hingga 30 cm dengan berat bisa mencapai 2,5 kilogram. Daging buah sirsak berwarna putih dengan jumlah biji yang cukup banyak yang berwarna hitam. Tanaman ini sanggup tumbuh di manapun, tapi lebih baik di tanam di kawasan yang cukup berair.

Kali ini kita akan membahas ihwal "Cara Budidaya Sirsak" Penasaran?? Berikut Cara Budidaya Sirsak :

SYARAT TUMBUH

Sirsak sanggup tumbuh pada kawasan beriklim lembab, baik itu di dataran rendah maupun dataran tinggi, dengan ketinggian hingga 1000 mdpl. Pada kawasan beriklim kering tumbuhan sirsak juga sanggup tumbuh dan berbuah, asal air tanah dangkal yaitu kurang dari 150 cm. Curah hujan yang baik yaitu sekitar 1500mm/tahun-2000mm/tahun dengan demam isu kemarau sekitar 4-6 bulan. Tanaman sirsak sanggup tumbh di semua jenis tanah, dan pH tanah yang baik untuk menanam sirsak yaitu sekitar 5,5 hingga 7.

1. Pembibitan

Bibit sirsak sanggup diperoleh dengan 2 cara yaitu dengan cara persemaian biji dan dengan cara menyangkok. Saat melaksanakan penanaman anda juga harus memperhatikan jarak tanam yang ideal antara tanama sirsak yang satu dengan tumbuhan sirsak yang lain. Jarak ideal yang biasa untuk menanam sirsak yaitu sekitar 3m x 4m atau 4m x 6m,tergantung dengan varietas sirsak yang ditanam serta ukuran lahan tanam budidaya sirsak tersebut.

*Baca Juga : Budidaya Selada Di Pekarangan Rumah Ternyata Praktis Loh..

2. Lahan Tanam

Lahan yang akan dipakai untuk budidaya digemburkan dulu dengan cara di bajak sebanyak 2X, kemudian bersihkan rumput dan sisa tanaman. Selanjutnya buatlah lubang tanam dengan ukuran 50cm x50cm x 50cm dan beri pupuk sangkar atau pupuk kompos sekitar 10-15 kg/lubang yang dicampur dengan tanah pada setiap lubang.

3. Penanaman

Benih sirsak yang sudah siap tanam yaitu berumur sekitar 2-3 bulan, selanjutnya tanam pada lubang tanam yang telah dibuat. Timbun bibit dengan tanah hingga bersahabat pangkal batang, kemudian padatkan dan siram hingga basah. Penanam yang baik dilakukan pada awal demam isu penghujan.

4. Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan yang perlu dilakukan pada tumbuhan sirsak antara lain penyulaman, pengairan, pemupukan, pemangkasan, sanitasi kebun. Berikut Penjelasannya : 

Penyulaman : Hal ini bertujuan untuk mencukupkan tumbuhan persatuan luas yang mati beberapa ketika sehabis tanam, atau pertumbuhannya kurang sempurna, dilakukan hingga 6 ahad sehabis tanam.

Pengairan : Penyiraman dilakukan minimal 2 hari sekali jikalau tidak ada hujan, hingga keadaan tanah di sekitar tumbuhan menjadi lembab.

Pemupukan : Perkiraan takaran dan waktu aplikasi didasari pengalaman petani dan asumsi pada tumbuhan buah lain yaitu sebagai berikut :
  • Beri pupuk NPK dengan takaran 1000 g dengan cara campurkan pada media tanam.
  • Saat umur 4-8 bulan sehabis tanam dengan takaran yang sama dan berikan dengan  cara buat larikan kecil sekeliling batang yang berjarak ± 30 cm.
  • Kemudian sebarkan pupuk secara merata, kemudian tutup dengan tanah dan siram dengan air.
Pemangkasan : Tanaman sirsak biasanya mempunyai bentuk pohon yang baik, akan tetapi pada beberapa kasus dibutuhkan perjuangan sedini mungkin untuk membatasi pohon hanya sebatas batang tunggal, yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyainginya.

Sanitasi Kebun : Usahakan lahan tumbuhan sirsak selalu bersih, terutama pada bidang pengolahan, pada ketika acara ini dilaksanakan sebaiknya diikuti dengan penggemburan tanahnya.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

Produksi buah sirsak di Indonesia pada umumnya masih rendah. Hal ini disebabkan lantaran petani hanya mengusahakan secara terbatas dengan kultur teknis yang kurang tepat. Di samping itu serangan hama dan penyakit merupakan penyebab lain yang merugikan secara ekonomi yaitu kehilangan hasil dan menurunnya kualitas buah.

*Baca Juga : Waspada!!! Inilah Hama & Penyakit yang Sering Mengganggu Tanaman Brokoli

6. Hama yang Menyerang Tanaman Sirsak

Kutu Sisik

Hama ini sangat merugikan dan sering menyerang tumbuhan sirsak, biasanya kutu ini menempel pada potongan tumbuhan yang masih muda ibarat tunas, ranting, daun muda, bunga dan buah. Terutama untuk kutu betina, hama yang satu ini sangat suka mengisap cairan tumbuhan yang bisa menjadikan pertumbuhan tumbuhan terhenti. Kutu betina dari kelompok Cerop/astes rubens, meletakkan telurnya pada potongan bawah badannya dan akan menetas 2 hari kemudian, nimfa muda akan pindah dari perut induknya menuju ke ranting-ranting muda terutama pada potongan tulang daun.

7. Panen

Buah sirsak sebaiknya dipanen apabila sudah matang (matang fisiologis). Buah yang sudah matang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : mempunyai duri-duri yang sudah saling berjauhan dan warna kulit buah yang semula hijau mengkilat menjelma hijau kekuning-kuningan.






Demikian Pembahasan Tentang Cara Budidaya Sirsak. Terima Kasih telah berkunjung.. Semoga bermanfaat dan terus ikuti postingan kami selanjutnya. Selamat Mencoba..
Sumber http://polybag123.blogspot.com/

Komentar