Wijen termasuk salah satu jenis tumbuhan yang memiliki ketinggian pohon yang beragam, biasanya sekitar 60-120 cm. Jika buahnya telah matang pohon dan mengering, penggalan bijinya bakal praktis terlepas ke penggalan luar.
1. Trips
Hama ini menyerang dengan menghisap cairan pada daun maupun pucuk serta buah muda. Untuk tanda-tanda serangan yang sanggup dilihat secara visual adalah : Daun ataupun pucuknya berubah dari warna hijau ke warna kekuningan maupun keperakan, mengkerut, serta kemudian daun akan keriting. Buahnya muda dan bentuknya gila maupun ukuran kecil.
- Penanganan: Secara non kimiawi sanggup dengan mengatur masa tanam dengan bersamaan pada 1 hamparan, pergiliran kawasan tanaman, serta juga memusnahkan penggalan dari tumbuhan yang terkena serangan berat. Jika secara kimiawi sanggup dengan cara disemprot cairan insektisida yang sudah mangkus serta sangkil, semisal Oncol 200 EC maupun Dicarzol 25 SP.
2. Belalang Kayu
Hama serangga ini suka menyerang dengan cara memakan penggalan daun. Untuk tanda-tanda serangan yang timbul dan sanggup dilihat adalah : Daun-daun rusak serta bolong-bolong tak menentu. Jika serangan sudah berat akan mengakibatkan tumbuhan gundul bahkan tinggal tersisa tulang-tulang daun.
- Penanganan : Secara non kimiawi sanggup dengan menangkap kemudian memusnahkan belalang. Jikalau dengan cara kimiawi sanggup dengan menyemprotkan cairan insektisida sistemik semisal Perfekthion 400 EC.
BACA JUGA
3. Ulat Daun & Buah
Berikut beberapa jenis ulat yang sering menjangkit wijen :
> Ulat Jengkal
Hama ulat ini akan menyerang daun, jadi akan berlubang maupun rusak tak beraturan.
> Ulat Tanah
Ulat ini akan menyerang penggalan wijen yang muda dengan cara memotong titik tumbuh pada pucuk tumbuhan hingga sanggup mengakibatkan terkulai serta layu.
> Ulat Buah
Ulat satu ini akan menyerang dengan cara menggerek penggalan buah serta merusak bijinya.
- Penanganan : Bisa dengan cara mengumpulkan jadi satu kemudian membunuhnya, penggiliran masa tumbuhan serta disemprot dengan insektisida kontak semisal Curacron 500 EC maupun dengan sistemik Perfekthion 400 EC.
4. Kutu Daun
Kutu ini umumnya hidup secara bergerombol dibagian pucuk tanaman. Cara bertahan hidupnya yakni menghisap cairan yang ada pada tanaman. Gejala serangan yang sanggup dilihat jawaban terkena kutu daun ini adalah perkembangan tumbuhan akan lamban serta pucuk mengeriting. Bekas cairan dari gigitan kutu daun akan berasa manis, maka akan sanggup mengundang semut berdatangan.
- Penanganan : Kalau secara non kimiawi sanggup dengan pergiliran mas tanaman, memotong serta membasmi penggalan tumbuhan yang terkena serangan berat. Jika secara kimiawi sanggup dengan menyemprotkan cairan insektisida yang mangkus serta juga sangkil semisal Decis 2,5EC maupun Perfekthion 400 EC.
1. Trips
Hama ini menyerang dengan menghisap cairan pada daun maupun pucuk serta buah muda. Untuk tanda-tanda serangan yang sanggup dilihat secara visual adalah : Daun ataupun pucuknya berubah dari warna hijau ke warna kekuningan maupun keperakan, mengkerut, serta kemudian daun akan keriting. Buahnya muda dan bentuknya gila maupun ukuran kecil.
- Penanganan: Secara non kimiawi sanggup dengan mengatur masa tanam dengan bersamaan pada 1 hamparan, pergiliran kawasan tanaman, serta juga memusnahkan penggalan dari tumbuhan yang terkena serangan berat. Jika secara kimiawi sanggup dengan cara disemprot cairan insektisida yang sudah mangkus serta sangkil, semisal Oncol 200 EC maupun Dicarzol 25 SP.
2. Belalang Kayu
Hama serangga ini suka menyerang dengan cara memakan penggalan daun. Untuk tanda-tanda serangan yang timbul dan sanggup dilihat adalah : Daun-daun rusak serta bolong-bolong tak menentu. Jika serangan sudah berat akan mengakibatkan tumbuhan gundul bahkan tinggal tersisa tulang-tulang daun.
- Penanganan : Secara non kimiawi sanggup dengan menangkap kemudian memusnahkan belalang. Jikalau dengan cara kimiawi sanggup dengan menyemprotkan cairan insektisida sistemik semisal Perfekthion 400 EC.
BACA JUGA
Mudahnya Bertanam Serai Dengan Media Polybag/Koker
3. Ulat Daun & Buah
Berikut beberapa jenis ulat yang sering menjangkit wijen :
> Ulat Jengkal
Hama ulat ini akan menyerang daun, jadi akan berlubang maupun rusak tak beraturan.
> Ulat Tanah
Ulat ini akan menyerang penggalan wijen yang muda dengan cara memotong titik tumbuh pada pucuk tumbuhan hingga sanggup mengakibatkan terkulai serta layu.
> Ulat Buah
Ulat satu ini akan menyerang dengan cara menggerek penggalan buah serta merusak bijinya.
- Penanganan : Bisa dengan cara mengumpulkan jadi satu kemudian membunuhnya, penggiliran masa tumbuhan serta disemprot dengan insektisida kontak semisal Curacron 500 EC maupun dengan sistemik Perfekthion 400 EC.
![]() |
| Melayani Pemesanan Polybag Ukuran Sesuai Permintaan Tersedia Polybag Hitam, Putih Kualitas Ori, Super, & Biasa |
4. Kutu Daun
Kutu ini umumnya hidup secara bergerombol dibagian pucuk tanaman. Cara bertahan hidupnya yakni menghisap cairan yang ada pada tanaman. Gejala serangan yang sanggup dilihat jawaban terkena kutu daun ini adalah perkembangan tumbuhan akan lamban serta pucuk mengeriting. Bekas cairan dari gigitan kutu daun akan berasa manis, maka akan sanggup mengundang semut berdatangan.
- Penanganan : Kalau secara non kimiawi sanggup dengan pergiliran mas tanaman, memotong serta membasmi penggalan tumbuhan yang terkena serangan berat. Jika secara kimiawi sanggup dengan menyemprotkan cairan insektisida yang mangkus serta juga sangkil semisal Decis 2,5EC maupun Perfekthion 400 EC.


Komentar
Posting Komentar