Tebu adalah tumbuhan yang ditanam untuk materi baku pembuatan gula dan vestin, tumbuhan ini hanya sanggup tumbuh di kawasan beriklim tropis. Tanaman ini termasuk tipe rumput-rumputan, usia tumbuhan semenjak ditanam hingga panen menempuh kira-kira sekitar 1 tahun. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra. Berikut ini tahapan dalam budidaya tumbuhan tebu:
1. Syarat Tumbuh
Tebu tumbuh dengan baik pada kawasan beriklim panas dengan suhu sekitar 25 - 28°C dan curah hujan sekitar 100 mm/tahun. Tanah yang baik untuk budidaya tebu ini yakni tipe regosol, aluvial, mediteran atau podsolik dengan pH atau tingkat keasaman tanah sekitar 6,4 hingga 7,7.
2. Lahan Tanam
Lahan tanam yang hendak ditanami tumbuhan tebu dapat dipersiapkan dengan 2 cara yakni dengan cara dibajak atau direynoso. Metode pembajakan dilakukan untuk menggemburkan tanah yang kering, sesudah dibajak buatlah alur sedalam 20 cm untuk menanam benih tumbuhan tebu. Metode reynoso adalah pengolahan tanah yang dilakukan pada tanah yang mengandung banyak air, lahan yang hendak ditanami tebu dibuat cekungan dengan kedalaman sekitar 40 cm.
3. Pemilihan Bibit Tanaman Tebu
Bibit tumbuhan tebu dapat didapat dari benih pucuk, benih siwilan, benih batang muda dan benih rayungan. Bibit Pucuk didapat dari tumbuhan tebu yang sudah berumur 12 bulan dengan cara mengambil tunas muda sekitar 2 - 3 dengan panjang sekitar 20 cm.
Bibit Siwilan yakni benih tebu yang diambil dari pucuk tumbuhan tebu yang sudah mati. Bibit Batang Muda berasal dari tumbuhan tebu yang sudah berumur 5 - 7 bulan, komponen yang diambil yakni seluruh batang yang kemudian dibagi menjadi 2-3 komponen untuk di stek. Bibit Rayungan yakni benih tebu yang didapat dari tumbuhan tebu yang memang dibudidayakan untuk benih.
Baca Juga :
Tips Dan Trik Dalam Budidaya Buah Nangka
Inilah Khasiat Yang terkandung Dalam Teh Oolong
Tips Dan Trik Dalam Menanam Bunga Mawar
Teknik Jitu Dalam Budidaya Cincau
Metode Sederhana Dalam Budidaya Ciplukan
4. Penanaman Tebu
Pada kawasan kering umumnya benih yang baik untuk ditanam yakni benih hasil stek, yang memiliki 8 - 9 mata tunas dan ditanam dengan jarak sekitar 1 meter setiap tumbuhan tebu stek. Penanaman stek tersebut dilakukan pada juringan dengan kedalaman sekitar 1,25 meter – 1,35 meter.
Meskipun pada kawasan basah, benih tumbuhan tebu yang baik untuk ditanam yakni benih hasil stek yang memiliki 3 mata tunas yang ditanam dengan teknik sentuh ujung atau tumpang tindih. Waktu penanaman untuk kawasan kering yakni pada bulan Oktober - Desember, sedangkan untuk kawasan berair yakni pada permulaan demam isu kemarau.
5. Perawatan Tanaman Tebu
Penyulaman
Lakukan penyulaman pada tumbuhan tebu yang mati atau tidak tumbuh dengan baik, kemudian diganti dengan tumbuhan tebu yang baru. Penyulaman ini dilakukan pada benih bagal yang sudah berumur 2 - 4 pekan dan benih rayugan pada usia 2 pekan.
Penyiraman
Penyiraman dilakukan pantas dengan kondisi cuaca dan tanah. Penyiraman dilakukan sesudah pemupukan atau paling usang 3 hari sesudah pemupukan.
Penyiangan
Lakukan penyiangan pada gulma serta tumbuhan pengganggu lainnya dengan cara dicangkul atau dicabut. Jikalau dibutuhkan, lakukan penyemprotan herbisida yang pantas untuk memecahkan situasi sulit gulma.
Pemupukan
Pemupukan dilakukan secara sedikit demi sedikit dan diubahsuaikan dengan kondisi lahan serta kebutuhan tanaman. Pupuk yang lazim diberi yakni pupuk ZA, SP36 dan KCl.
6. Hama & Penyakit
Hama yang sering kali menyerang tumbuhan tebu adalah ulat pengerek, untuk mencegah hal tersebut hasilnya perlu dilakukan pemilihan varietas tebu yang tahan terhadap hama atau sanggup dilakukan pelepasan predator natural ulat penggerek menyerupai Trichogama sp, Lalat Jatiroto atau sanggup juga dengan menyemprotkan Thiodan 35 EC.
7. Pemanenan Tebu
Pemanenan tebu dilakukan dengan cara mencangkul zona tanam tebu dengan kedalaman sekitar 20 cm. Sisakan 3 ruas batang tebu seandainya berkeinginan ditumbuhkan kembali atau seandainya lahan berkeinginan diungkap, hasilnya cabut tebu sampai akar-akarnya. Sesudah dipanen, komponen ujung tebu dibuang, kemudian batang tebu diikat dengan jumlah 20-30 batang/ikat untuk digiling, waktu pemanenan dilakukan pada bulan kemarau (April-Oktober).
0852 - 3392 - 5564 / 0812 - 3258 - 4950 / 0877 - 0282 - 1277.
Untuk info harga Polybag silahkan klik DISINI
@ULM


Komentar
Posting Komentar